it'S jUSt mY blOG guys…

KIMIA INTI

Posted on: Juli 25, 2012

Merupakan studi tentang perubahan alami atau buatan dalam inti atom dan reaksi-rekasi kimia dari zat-zat radioaktif.

Reaksi inti, adalah merupakan reaksi yang melibatkan perubahan dari 1 atau 2 unsur disatu atau lebih atom-atom dari unsur yang berbeda.

Terdapat sedikit perbedaan yang terjadi pada REAKSI KIMIA biasa dengan REAKSI INTI atom, yaitu:

JENIS

REAKSI KIMIA

REAKSI INTI

PERSAMAAN Menghasilkan zat baru Senyawa baru Inti baru
PERBEDAAN Materi asal Tidak berubah Berubah (susunan electron dari R -> P
Susunan inti atom berubah Terdiri atas proton dan elektron

Dalam mempelajari struktur inti atom dikenal istilah nuklida. Nuklida adalah jenis atom yang dibedakan terhadap atom-atom lain karena jumlah proton dan neutron (nucleon) yang dikandungnya.

 Menurut Parning, 2003, Susunan nukleon dan nuklida  dibagi menjadi 4 yaitu,

  • isotop adalah kelompok nuklida dengan Z (nomor atom) sama tetapi memiliki N (jumlah neutron) yang berbeda. Contoh : 1H1 dengan 2H1. Suatu isotope yang bersifat radioaktif disebut radioisotope.
  • Isobar adalah kelompok nuklida denga A (nomor massa) sama tetapi memiliki nomor atom yang berbeda. Contoh  : 12C6 dengan 12 C 7.
  • Isoton adalah kelompok nuklida dengan N (jumlah netron) sama, tetapi memiliki jumlah proton bebeda. Contoh : 31P15 dan 32S16.
  • Isomer inti atau nuklir adalah kelompok nuklida dengan Z (nomor atom), A (nomor massa), dan N (jumlah netron), tetapi berbeda dalam tingkat energinya.

Radiokatif merupakan sifat dari unsur yang mengalami pemancaran radiasi secara spontan. Radiokatif dibagi menjadi 2 yaitu radiokatif alam dan radioaktif buatan.

Menurut Simmamora (2004), berdasarkan peta kestabilan dalam proses pembentukannya di alam, nuklida dapat dikelompokkan menjadi lima kelompok yaitu sebagai berikut :

  1. Nuklida stabil adalah nuklida yang secara alamiah tidak mengalami perubahan A (nomor massa) maupun Z (nomor atom) atau tidak mengalami peluruhan.
  2. Radionuklida alam primer adalah nuklida yang terbentuk secara alamiah dan bersifat radioaktif.
  3.  Radionuklida alam sekunder adalah nuklida radioaktif yang secar alamiah merupakan hasil peluruhan radionuklida alam primer.
  4. Radionuklida alam terinduksi adalah nuklida radioaktif yang terbentuk secar kontinu dari hasil interaksi sinar kosmik dengan 14N di atmosfer.
  5. Radionuklida buatan adalah nuklida yang terbentuk sebagai hasil dari reaksi transmutasi inti yang dilakukan di laboratorium. (Simmamora, 2004).

 PELURUHAN RADIOAKTIF

Suatu nuklida yang bersifat radioaktif akan mengalami peluruhan yaitu perubahan nuklida tidak stabil menjadi nuklida lainyang lebih astabil dan disertai pemancaran radiasi.

Jenis-jenis partikel radiasi yang dipancarkan:

Alpha (α)

  • Bermuatan (+2) (24He)
  • Daya tembus rendah (dapat ditahan lembaran kertas)
  • Mampu mengionisasi molekul

Beta (β)

  • Bermuatan (-1); (-10e atau  -10β)
  • Daya tembuh lebih besar daripada α (mampu menembus lembaran logam tipis tetapi dapat ditahan lembaran karton)
  • Mampu mengionisasi molekul

Gamma (γ), sinar IR, UV-VIS

  • Tidak bermassa dan tidak bermuatan
  • Mampu mengionisasi molekul
  • Berupa gelombang elektromagnetik

KECEPATAN PELURUHAN RADIOAKTIF

Kecepatan peluruhan radioaktif sehingga didapatkan nuklida yang stabil, mengikuti reaksi orde 1, yang dijabarkan menurut persamaan reaksi:

WAKTU PARUH merupakan waktu yang dugunakan nuklida radioaktif untuk meluruh menjadi separuhnya.

ENERGI PENGIKAT INTI

Energi reaksi inti sangat besar karena terjadi defek massa (massa hilang/selisih massa)

Massa suatu inti selalu lebih kecil dari jumlah massa proton dan neutron. Selisih antara massa inti yang sebenarnya dan jumlah massa proton dan neutron penyusunnya disebut defek massa.

Defek massa ini merupakan ukuran energi pengikat neutron dan proton. Energi pengikat inti merupakan energi yang diperlukan untuk menguraikan inti (energi yang dilepaskan jika inti terbentuk). Energi pengikat inti dapat dihitung dengan mengalikan defek massa dalam satuan massa atom per nukleon dengan faktor konversi massa energi yang besarnya 931,4 MeV/sma.

Contoh:

Massa sebuah atom (2He4) yang ditentukan dengan spektrograf massa adalah 4,002603 sma. Massa proton 1,007277 sma, massa elektron 0,0005486 sma, dan massa netron 1,008665 sma. Massa atom (2He4) terhitung adalah :

= (2 × 0,0005486 sma) + (2 × 1,007277 sma) + (2 × 1,008665 sma)

= 4,032981 sma

Defek massa = 4,032981 sma – 4,002603 sma = 0,030378 sma

Energi pengikat inti He   = 0,030378 sma x 931,4 MeV/sma = 28,29 MeV/sma

Energi pengikat inti He/nucleon = 28,29/4 = 7,0725 MeV/nucleon

 KESTABILAN INTI

Radioaktif mengalami peluruhan untuk merubah nuklida yang tidak stabil menjadi nuklida yang lebih stabil, yang dinyatakan dengan perbandingan rasio n/p+ untuk menyamai pita kestabilan.

Jika suatu nuklida memiliki jumlah p dan n yang sama, maka nuklida tersebut akan stabil.

Jumlah p dan n yang sama dalam inti, dikenal dengan MAGIC NUMBER

PROTON 2, 8, 20, 28, 50, 82

CONTOH:24He

NEUTRON 2, 8, 20, 28, 50, 82, 126

Jenis-jenis MAGIC NUMBER

JUMLAH p – n JUMLAH INTI YANG STABIL
Genap-genap 137
Genap-ganjil 52
Ganjil-genap 50
Ganjil-ganjil 5

PALING STABIL: GENAP-GENAP

Jenis-Jenis Nuklida yang tidak stabil:

Nuklida dengan harga n/p+ besar (di atas pita kestabilan)

Nuklida jenis ini mengalami peluruhan dengan mengurangi jumlah n atau menambah jumlah p melalui:

Nuklida dengan harga n/p+ kecil (di bawah pita kestabilan)

Mengalami peluruhan dengan mengurangi jumlah proton atau menambah neutron

Nuklida dengan No. Atom lebih dari 83( dil luar pita kestabilan)

Mengalami peluruhan dengan memancarkan α, β, atau γ

DERET KERADIOAKTIFAN

Deret Keradioaktifan unsur merupakan unsur-unsur hasil peluruhan suatu unsur radioaktif membentuk unsur yang stabil.Reaksi-reaksi peluruhan zat radioaktif yang terjadi di alam termasuk pada bagian deret peluruhan.

Kelompok unsur yang terbentuk dari 1 inti radioaktif yang berturut-turut memancarkan partikel α dan atau β

Deret keradioaktifan alam:

  1. Deret Uranium : dimulai dari dan berakhir dengan unsur yang terbentuk pada peluruhan deret uranium memiliki nomor massa dengan kelipatan A = 4n+2
  2. Deret Thorium : dimulai dari dan berakhir denganUnsur yang terbentuk pada peluruhan deret thorium memiliki nomor massadengan kelipatan A = 4n
  3. Deret Actinium : dimulai dari unsur 238U92 dan 207Pb82 berakhir denganUnsur yang terbentuk pada peluruhan deret aktinium memiliki nomor massadengan kelipatan A = 4n+3

Deret keradioaktifan buatan

Deret Neptunium Unsur yang terbentuk pada peluruhan deret neptunium memiliki nomor massadengan kelipatan A = 4n+1

REAKSI FISI DAN REAKSI FUSI yang terjadi pada unsur radioaktif, dapat dibaca pada ulasan yang lain.

Parning. 2003. Kimia 1A. Jakarta : Penerbit Yudistira

Retug, Nyoman dan Kartowasono, Ngadiran. 2005. Radiokimia. Singaraja :Jurusan Pendidikan Kimia FMIPA IKIP Negeri Singaraja.

Simamora, Maruli, dkk.2004.  Kimia Dasar II. Singaraja : IKIP Negeri Singaraja

http://suradnyanawisnawa.blogspot.com/2011/10/radioaktif.html

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

hOLLy Qur’@n

d@y

Juli 2012
S S R K J S M
« Agu    
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

Arsip

Kategori


!ni K@L!aN

p@rA $p!oN2

%d blogger menyukai ini: