it'S jUSt mY blOG guys…

HIDROKARBON dan Senyawanya

Posted on: Mei 27, 2011

Senyawa-senyawa kimia pada mulanya dibedakan menurut asalnya, yakni Senyawa Organik (berasal dari mahluk hidup) dan Senyawa Anorganik ( berasal dari bukan mahluk hidup). Pada perkembangan selanjutnya diketahui bahwa pada senyawa organik banyak mengandung atom-atom karbon. Hal ini menyebabkan senyawa organik dikenal pula sebagai senyawa karbon. Pendapat ini bertahan hingga tahun 1828, seorang ilmuwan asal Jerman “Frederick Wohler” membuktikan melalui eksperimennya bahwa senyawa organik tidak selalu (senyawa karbon) berasal dari makhluk hidup. Wohler berhasil membuat urea dari amonium sianat.

Akibatnya, perbedaan senyawa organik dan anorganik tidak lagi didasarkan pada asal-usulnya tetapi pada sifat-sifat yang dimiliki senyawa-senyawa tersebut.

Di alam senyawa karbon terdapat dalam jumlah yang sangat banyak. Hal ini dikarenakan atom karbon memiliki beberapa keistimewaan yaitu:

Hal ini berarti untuk mencapai kestabilannya, atom karbon dapat membentuk 4 ikatan kovalen, lebih banyak dari atom-atom unsur lain yang kebanyakan hanya memiliki elektron valensi 3 (pengecualian untuk aturan oktet berkembang).

HIDROKARBON ALIFATIK

Jika terdapat suatu senyawa hidrokarbon rantai lurus, maka pemberian nama pada senyawa tersebut tergantung jumlah atom karbon yang dimilikinya dan JENIS ikatan yang dimiliki (termasuk hidrokarbon jenuh atau tak jenuh). Jika hidrokarbon tersebut merupakan hidrokarbon jenuh (alkana), maka langsung dengan menyebutkan jumlah atom KARBON yang dimiliki, tetapi jika bersal dari hidokarbon tak jenuh (alkena dan alkuna), maka harus melakukan hal-hal berikut ini:

  1. Menentukan atom C nomor 1. Atom C1 merupakan atom C ujung yang terletak paling dekat dengan ikatan rangkap.
  2. Menghitung jumlah atom C yang dimiliki
  3. Memberikan nama senyawa tersebut berdasarkan jumlah atom C yang dimiliki (sama dengan alkana hanya akhiran –ana, diganti-ena untuk alkena dan –una untuk alkuna) dengan terlebih dahulu menuliskan atom C yang pertama kali berikatan rangkap.

contoh:

Bagaimana halnya untuk alifatik bercabang???

Untuk senyawa jenis ini, maka mengikuti aturan berikut:

ATURAN PENAMAAN SEBYAWA HIDROKARBON BERCABANG

  1. Memilih rantai induk, yaitu rantai terpanjang yang mempunyai banyak cabang. Untuk Alkena dan alkuna rantai induk harus mengandung ikatan rangkap
  2. Penomeran, dimulai dari ujung yang memiliki cabang terdekat( untuk alkena dan alkuna juga harus diperhatikan posisi ikatan rangkapnya).
  3. Penulisan nama:
    • Nomer cabang-cabang (alkil), antara nomer cabang satu dengan yang lain dipisah kan oleh tanda koma (,)
    • Antara angka cabang dan nomer cabang dipisahkan oleh tanda jeda (-).
    • Nama cabang-cabang sesuai urutan abjad.
    • Nama rantai induk.

    Contoh:

Tabel berikut ini dapat digunakan dalam penentuan dalam penamaan senyawa-senyawa hidrokarbon seperti contoh di atas.

Alkil (   Cn H2n + 1 =  R) ialah gugus yang terjadi apabila alkana kehilangan 1 atom H, nama alkil sama dengan nama alkana asalnya dengan akhiran ana diganti dengan il.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

hOLLy Qur’@n

d@y

Mei 2011
S S R K J S M
« Apr   Jul »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

Arsip

Kategori


!ni K@L!aN

p@rA $p!oN2

%d blogger menyukai ini: