it'S jUSt mY blOG guys…

ENERGI, PEMANFAATAN DAN DAMPAK TEKNOLOGI NUKLIR

Posted on: April 4, 2011

Wahhh….rasanya lama q ndk pernah nulis lagi,,walhasil…blog…tinggallah blog,,hhe….

Tapi berkat pertanyaan seorang guru,,teman kerja,,dan orang tua(orangnya sudahh tua..?!!! ^_^),,akhirnya q putuskan menjawab pertanyaan beliau sekaligus mengangkat pertanyaannya sebagai bahan tulisan q.  Dalam smsnya, beliau menuliskan “ Assalammualaikum,,bu…apa yang dimaksud radiasi dari reaktor nuklir itu apa???kenapa berbahaya???seberapa besar bahayanya???unsur kimia apa saja yang berbahaya???thx b4”

Hmm…dari pertanyaan inilah,,q mulai mengingat,,membuka-buka kembali buku kuliah dulu (semoga nulis(xixi….) dan tentu saja browsing-browsing…..

Ok,,dari pada tulisan g penting  q terus berlanjut,,q mulai aja hasil ngobrak-abrikx y…^_^

Apa itu nuklir???

Di alam terdapat 4 gaya dasar yaitu (www.wikipwdia.org):

1.      Gravitasi

2.      Elektromagnetisme

3.      Gaya nuklir lemah

4.      Gaya nuklir kuat

gaya nuklir lemah dan gaya nuklir kuat adalah gaya yang bekerja pada range yang pendek dan tidak bekerja di luar inti atom.

Pada tahun 1896, Henri Becquerel  meneliti fenomena fosforensi pada senyawa Uranium, yang kemudian bersama dengan Pierre Curie, dan Marie Curie,  mereka mengisolasi unsur radium yang sangat radioaktif. Dalam prosesnya, mereka menemukan bahwa material radioaktif memproduksi gelombang yang intens, yang mereka sebut dengan alfa, beta, dan gamma, dimana diantaranya memiliki sifat mampu menembus berbagai material dan semuanya dapat menyebabkan kerusakan. Seluruh peneliti radioaktivitas pada masa itu menderita luka bakar akibat radiasi, yang mirip dengan luka bakar akibat sinar matahari.(www.wikipwdia.org)

Pada perkembangan berikutnya, setelah atom lebih dipahami, 3 bentuk radiasi di atas (alfa, beta dan gamma) diketahui bahwa.(www.wikipwdia.org):

1.       Radiasi alfa terjadi ketika inti atom melepaskan partikel alfa, yaitu dua proton dan dua neutron, setara dengan inti atom helium;

2.       Radiasi Beta terjadi ketika pelepasan partikel beta, yaitu elektron berenergi tinggi

3.       Radiasi Gamma terjadi ketika melepaskan sinar gamma,

Ketiganya merupakan  radiasi elektromagnetik pada frekuensi dan energi yang sangat tinggi. Radiasi-radiasi tersebut terjadi secara alami, dan radiasi sinar gamma adalah yang paling berbahaya dan sulit ditahan (www.wikipwdia.org).

Tahun 1939, pertama kali  teknologi nuklir ditemukan, dan tahun 1942 reaksi nuklir pertama kali diuji coba, yang selanjutnya dikembangkan sebagai PLTN pada tahun 1951 di Arco Idaho, Amerika Serikat (laksono, B.D, 2011). Teknologi nuklir adalah teknologi yang melibatkan reaksi dari inti atom (www.wikipwdia.org).

Menurut UU RI No. 10 Tahun 2010 tentang ketenaganukliran. Pengertian tenaga nuklir adalah tenaga dalam bentuk apa pun yang dibebaskan dalam proses transformasi inti, termasuk tenaga yang berasal dari sumber radiasi pengion, misalnya tenaga dalam bentuk sinar-X. Oleh karena itu, undang-undang ini berlaku juga untuk pengaturan pemanfaatan pesawat sinar-X

Bila kita membicarakan tentang tenaga  atau energi nuklir, maka tak akan lepas dari reaksi fisi nuklir.  Secara umum, energi nuklir dihasilkan melalui 2 mekanisme, yaitu:

1.      Reaksi Fusi nuklir

Terjadi ketika inti atom bertabrakan, dimana dalam reaksinya akan melepaskan atau menyerap energi. Fusi nuklir akan melepaskan energi ketika inti atom hasil tabrakan lebih ringan besi, sebaliknya jika inti atom hasil tabrakan lebih besar dari besi maka akan menyerap energi(www.wikipwdia.org).

Reaksi fusi akan menghasilkan energi yang lebih besar dibandingkan reaksi fisi. Dalam reaksinya, reaksi ini menghasilkan daya dorong energi yang sangat tinggi dari inti atom, mengakibatkan fusi sulit untuk dilakukan dalam keadaan terkendali (contoh: bom hidrogen). Sebenarnya, fusi terkontrol bisa dilakukan dalam akselerator partikel (pada proses pembuatan unsur sintetis). Namun, pada proses nya, energi yang dibutuhkan lebih besar dari pada total energi yang dihasilkan. Oleh karena alasan-alasan di atas, maka pengembangan teknologi fusi nuklri mengalami hambatan.

2.      Reaksi Fisi nuklir

adalah proses pembelahan inti menjadi bagian-bagian yang hampir setara, dan melepaskan energi dan neutron dalam prosesnya.

Contoh reaksi:

Jika neutron ini ditangkap oleh inti lain yang tidak stabil, inti tersebut akan membelah juga, dan memicu reaksi berantai. Jika jumlah rata-rata neutron yang dilepaskan per inti atom yang melakukan fisi ke inti atom lain disimbolkan dengan k, maka nilai k yang lebih besar dari 1 menunjukkan bahwa reaksi fisi melepaskan lebih banyak neutron dari pada jumlah yang diserap, sehingga dapat dikatakan bahwa reaksi ini dapat berdiri sendiri. Massa minimum dari suatu material fisi yang mampu melakukan reaksi fisi berantai yang dapat berdiri sendiri dinamakan massa kritis. Ketika neutron ditangkap oleh inti atom yang cocok, fisi akan terjadi dengan segera, atau inti atom akan berada dalam kondisi yang tidak stabil dalam waktu yang singkat (www.wikipwdia.org). Mekanisme inilah yang terjadi pada peristiwa bom nuklir yang menghasilkan ledakan yang sangat dahsyat. Oleh karena itu, agar reaksi fisi dapat dikedalikan, neutron tersebut harus ditangkap, yang sebelumnya harus diperlambat.

Dalam reaksi fusi terkendali, hanya 1 neutron yang akan diserap untuk pembelahan inti berikutnya.  Upaya ini dapat dilakukan dengan sebuah reaktor nuklir.

Komponen dasar reaktor nuklir( www.wikipedia.org):

  1. Bahan bakar nuklir, berbentuk batang logam berisi bahan radioaktif ( uranium) yang berbentuk pelat dan ditempatkan dalam teras reaktor.
  2. Moderator, umunya berupa air. Berfungsi menyerap energi neutron, saat neutron bertumbukan dengan molekul-molekul air, yang menyebabkan kelajuan neutron berkurang.
  3. Reflektor, berfungsi memantulkan kembali neutron
  4. Pendingin, berupa bahan gas atau logam cair untuk mengurangi energi panas dalam reaktor
  5. Batang kendali, berfungsi menyerap  1 neutron untuk mengatur reaksi fisi berikutnya. Umumnya yang digunakan adalah  boron atau kadmium. Cara kerja dari batang kendali ini adalah ketika jumlah neutron di dalam teras reaktor melebihi jumlah yang diizinkan (kondisi kritis), maka batang kendali dimasukkan ke dalam teras reaktor untuk menyerap sebagian neutron agar tercapai kondisi kritis. Batang kendali akan dikeluarkan dari teras reaktor jika jumlah neutron di bawah kondisi kritis (kekurangan neutron), untuk mengembalikan proses pada kondisi kritis yang diizinkan. Proses ini didesain berlangsung secara otomatis.
  6. Perisai, merupakan pelindung dari proses reaksi fisi yang berbahaya, agar radiasi dari zat radioaktif di dalam reaktor tidak menyebar ke lingkungan sekitar. Fungsi ini dilakukan oleh perisai beton yang dibuat mengelilingi teras reaktor. Beton diketahui sangat efektif menyerap sinar hasil radiasi zat radioaktif sehingga digunakan sebagai bahan perisai.

ZAT RADIOAKTIF

Menurut penjelasan atas Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 1997 Tentang Ketenaganukliran, yang dimaksud dengan zat radioaktif adalah setiap zat yang memancarkan radiasi pengion dengan aktivitas jenis lebih besar daripada 70 kBq/kg atau 2 nCi/g (tujuh puluh kilobecquerel per kilogram atau dua nanocurie per gram). Angka 70 kBq/kg (2 nCi/g) tersebut merupakan patokan dasar untuk suatu zat dapat disebut zat radioaktif pada umumnya yang ditetapkan berdasarkan ketentuan dari Badan Tenaga Atom Internasional (International Atomic Energy Agency). Namun, masih terdapat beberapa zat yang walaupun mempunyai aktivitas jenis lebih rendah daripada batas itu dapat dianggap sebagai zat radioaktif karena tidak mungkin ditentukan batas yang sama bagi semua zat mengingat sifat masing-masing zat tersebut berbeda.

Dalam industri nuklir, akan dihasilkan suatu limbah yang sifatnya radioaktif, dan berpotensi menimbulkan bahaya radiasi. Secara garis besar, berdasarkan tingkat bahaya yang ditimbulkan, limbah radioaktif diklasifikasikan menjadi Hudaya, C., 2008):

1.       Low and Intermediete Level Waste (LILW)

LILW adalah limbah nuklir yang berupa sarung tangan, cover sepatu dan baju para pekerja di PLTN serta bagian alat pemeliharaan mesin dan sejenisnya.

Treatment LILW dilakukan denngan cara disimpan dalam tempat penyimpanan sementara sebelum akhirnya didispose secara permanen.

2.       High Level Waste (HLW).

HLW umumnya ditreatment dengan 2 metode, yaitu:

a.       Wet storages.

Dalam wet storage, limbah nuklir dari reactor ditreatment di dalam air selama 3-5 tahun untuk mendinginkan plus mengurangi panas dari radioactive decays. Setelah melewati proses itu, limbah nuklir dimasukkan kedalam container yang dirancang secara khusus sehingga bisa menyimpan dengan aman, terutama menggunakan bahan bahan yang tahan korosi dan radiasi.

b.       Dry storage.

Pada dry storage, limbah nuklir langsung dimasukkan kedalam container yang dirancang secara khusus tanpa air sebagai pendinginnya. Biasanya disimpan hingga sampai 6 tahun didalam container tersebut. Containers dry storages bisa berbentuk metal cask, concrete silo, maupun vault storage.

Treatmen selanjutnya bisa menggunakan system geological repository, atau menggunakan teknik-teknik transmutasi yang saat ini semakin banyak riset-riset dibidang tersebut, misalnya fast reactor dan ADS yang diprediksi akan exist beberapa puluh tahun kedepan.

Lebih dari 90 % limbah nuklir dunia saat ini ditreatment melalui proses wet storage. Umumnya penyimpanan sementara limbah nuklir berada di kawasan PLTN itu sendiri, sehingga tidak perlu diangkut melalui transportasi yang jauh. Tidak sembarangan orang bisa masuk kedalam fasilitas ini, karena tentu saja kontrolnya sangat ketat. Pengelola PLTN wajib memberikan laporan secara berkala tentang keluar masuknya limbah nuklir kepada badan pengawas setempat dan juga IAEA.

PEMANFAATAN TEKNOLOGI NUKLIR

Dewasa ini pemanfaatan nuklir, menjadi perbincangan yang sangat hangat kembali, terutama setelah reaktor nuklir Fukushima-jepang, mengalami kebocoran akibat bencana tsunami yang melanda negara tersebut. Banyak sekali terjadi  pro dan kontra mengenai pentingnya suatu negara memiliki teknologi nuklir. Beberapa alasan, yang mendasari adanya pendapat-pendapat tersebut adalah:

1.      Dalam segi keamanan.

Suatu negara tidak akan dipandang sebelah mata oleh negara lain, apabila negara tersebut memiliki teknologi ini. Hal ini berkaitan dengan isu sosial-politik dunia.

2.      Kesehatan

Permasalahan ini, perlu mendapatkan perhatian yang lebih besar lagi, terutama mengenai bahaya-bahaya yang dapat ditimbulkan akibat penggunaan teknologi nuklir. Diperlukan suatu mekanisme perlindungan diri terhadap bahaya radiasi yang dapat ditimbulkan. 3 faktor yang mempengaruhi dampak radiasi terhadap lingkungan, yaitu (nuketea, 2011):

1.      Jumlah total radiasi yang diterima

2.      Jarak korban dengan sumber radiasi nuklir

3.      Waktu kontak korban terhadap radiasi nuklir.

Dampak radiasi yang ditimbulkan setelah proses pemaparan, dikategorikan menjadi 2 jenis, yaitu:

1.       Dampak sesaat radiasi nuklir yang dirasakan langsung oleh korban

  • Demam
  • Muntah, mual
  • Sakit kepala
  • Diare

2.       Dampak yang dirasakan oleh korban jika terpapar radiasi nuklir dalam beberapa hari

  • Pusing, mata berkunang-kunang
  • Disorientasi atau bingung menentukan arah
  • Lemah, letih dan tampak lesu
  • Kerontokan rambut dan kebotakan
  • Muntah darah atau berak darah
  • Tekanan darah rendah
  • Luka susah sembuh.

3.    Dampak radiasi nuklir rendah dalam jangka panjang

  • Kanker
  • Penuaan dini
  • Gangguan sistem saraf dan reproduksi
  • Mutasi genetik.

Namun, terlepas dari segala permasalahan yang telah terjadi teknologi nuklir tak selamanya memberikan dampak negatif, beberapa dampak positif yang ditimbulkan akibat penggunaan teknologi nuklir adalah:

Aplikasi medis : diagnosa dan terapi radiasi, perawatan yang efektif bagi penderita kanker. Pencitraan (sinar X, CT Scan), penggunaan Tecnesium untuk diinjeksikan pada molekul organik, perunutan radioaktif dalam tubuh sebelum diekskresikan oleh ginjal, dan lain-lain (Khusyairi, A., 2011)

Aplikasi industri : terkait dengan teknologi pertambangan digunakan pada eksplorasi minyak dan gas, penentukan sifat dari bebatuan sekitar seperti porositas dan litografi. Teknologi ini melibatkan penggunaan neutron atau sumber energi sinar gamma dan detektor radiasi yang ditanam dalam bebatuan yang akan diperiksa. Pada bidang konstruksi jalan, Teknologi nuklir digunakan untuk  mengukur kelembaban dan kepadatan tanah, aspal, dan beton. Untuk tujuan ini umumnya digunakan cesium-137 sebagai sumber radiasinya. Pemanfaatan teknologi nukir juga digunakan untuk menentukan kerapatan (kepadatan) suatu produk industri, misalnya untuk menentukan kepadatan tembakau pada rokok digunakan Sr-90, juga dapat digunakan untuk menentukan ketebalan kertas. Saat ini terdapat beberapa industri rokok di Indonesia yang telah memanfaatkan teknologi ini untuk menjaga kwalitas rokoknya. (Khusyairi, A., 2011)

Apikasi komersial : ionisasi dari Americium-241 digunakan pada detektor asap dengan memanfaatkan radiasi alfa. Tritium digunakan bersama fosfor pada rifle untuk meningkatkan akurasi penembakan pada malam hari. Pemanfaatan sifat perpendaran dari beberapa unsur digunakan dalam beberapa rambu, diantaranya perpendaran tanda “exit” (Khusyairi, A., 2011)

Pemrosesan makanan dan pertanian : untuk  menghancurkan mikroorganisme, bakteri, virus, atau serangga yang diperkirakan berada dalam makanan. Jenis radiasi yang digunakan adalah sinar gamma, sinar X, dan elektron yang dikeluarkan oleh pemercepat elektron. Aplikasi lainnya yaitu pencegahan proses pertunasan, penghambat pemasakan buah, peningkatan hasil daging buah, dan peningkatan rehidrasi.

Sumber:

http://techno.okezone.com/read/2011/03/23/56/438125/mitos-mitos-seputar-energi-nuklir

http://id.shvoong.com/medicine-and-health/radiation-oncology/2133026-bahaya-radiasi-nuklir-bagi- manusia/

http://www.batan.go.id/prod_hukum/pnjelas_uu_tenuk.php

http://id.wikipedia.org/wiki/Reaktor_nuklir

http://bagusdlaksono.wordpress.com/2011/03/24/reaktor-nuklir/

www. nuklir.info

http://netsains.com/2009/04/energi-nuklir-pengertian-dan-pemanfaatannya/Energi Nuklir/

http://www.indonesiatobacco.com/2011/03/pemanfaatan-teknologi-nuklir.html

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

hOLLy Qur’@n

d@y

April 2011
S S R K J S M
« Feb   Mei »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
252627282930  

Arsip

Kategori


!ni K@L!aN

p@rA $p!oN2

%d blogger menyukai ini: