it'S jUSt mY blOG guys…

LARUTAN ELEKTROLIT

Posted on: Maret 18, 2010

Larutan
Merupakan campuran homogen, terdiri dari satu FASA.

Berdasarkan kemampuannya dalam menghantarkan arus listrik, larutan dibagi menjadi 2 jenis, yaitu:

  1. Larutan elektrolit, adalah larutan yang dan menghantarkan arus listrik.
  2. Larutan non elektrolit, adalah larutan yang tidak dapat menghantarkan arus listrik.

Mengapa larutan elektrolit dapat menghantarkan arus listrik?
Dijelaskan oleh Svante August Arrhenius (1859-1927), seorang ahli kimia dari Swedia, pada tahun 1887, menggunakan Teori Ionisasi.
“zat-zat elektrolit jika dilarutkan dalam air akan terurai menjadi ion positif (kation) dan ion negatif (anion)”.

Menurut Arrhenius:
“Larutan elektrolit dapat menghantarkan arus listrik karena mengandung ion-ion yang bergerak bebas”.

Zat nonelektrolit dalam larutan tidak terurai menjadi ion-ion tetapi tetap berupa molekul.

Mekanisme Hantaran Lstrik Melalui Larutan.
Dalam larutan, CuCl2 terionkan menjadi:CuCl2—>Cu2+ + 2Cl- 
Ketika sumber tegangan dihubungkan pada kedua elektroda, akan terjadi aliran muatan lewat rangkaian yang ditunjukkan oleh penyimpangan jarum Amperemeter.sebagai berikut ini:

Pada Katoda:
Ion-ion Cu2+ akan bergerak menuju elektroda negatif (katoda) untuk mengambil elektron dan berubah menjadi atom Cu, menurut reaksi:
Cu2+ + 2e —> Cu (reduksi)

Pada Anoda:
Sementara itu, ion-ion Cl- akan bergerak menuju elektroda positif (anoda) untuk melepaskan elektron dan berubah menjadi gas klorin, menurut reaksi:
2Cl- —->Cl2 + 2e (oksidasi)
sehingga persamaan yang menyatakan reaksi keseluruhan adalah:
Cu2+ + 2 Cl- —> Cu + Cl2
bila sumber tegangan diputuskan hubungannya, perubahan kimia tersebut berhenti. Bila dihubungkan lagi, akan nampak salutan tembaga dan lebih banyak gelembung klor. Jika sumber tegangan dihubungkan dengan waktu yang lama (sel baterai diganti yang baru), simpangan amperemeter akan makin berkurang dan akhirnya turun sampai nol. Hal ini karena ion yang semula berada dalam larutan telah diubah menjadi partikel netral, tak ada lagi partikel negatif maupun positif untuk memberikan maupun menerima elektron. Sehingga arus tidak mengalir.

 

Zat Elektrolit.
Suatu senyawa/zat digolongkan sebagai senyawa elektrolit dengan melihat jenis ikatannya.
A.Senyawa ionik

  • Merupakan senyawa yang terjadi karena adanya ikatan ionik yaitu ikatan kimia yang terjadi antara ion-ion positif dan ion-ion negatif yang terikat dengan gaya elektrostatis.
  • Dalam bentuk kristalnya, ion-ion tidak dapat bergerak bebas, melainkan diam sehingga tidak dapat menghantarkan listrik.
  • Contoh: NaCl, NaOH, CuCl2

B.Senyawa kovalen polar

  • Merupakan senyawa yang terjadi karena adanya pemakaian bersama elektron, dimana kedua atom memiliki perbedaan elektronegatifitas(δ+ danδ-). Momen dipole diakibatkan karena adanya 2 muatan berlawanan yang terdapat pada titiknya.
  • Contoh: HCl. H2O, NH3 dll, yang pada faktanya bila dalam keadaan murni merupakan penghantar listrik yang jelek.

Mengapa?
Larutan HCl dalam air merupakan penghantar listrik yang baik.
Larutan HCl dalam benzene, tidak dapat mengantarkan listrik.
Jawab:
              Karena mampu membentuk ion-ion dalam larutan air.
                                           HCl + H2O <—> H3O+ + Cl-
              disederhanakan untuk menunjukkankan ion H+
                                             HCl <—> H+ + Cl-

Elektrolit Kuat dan Elektrolit Lemah.
Dengan konsentrasi yang sama (misalnya 1M), Larutan HCl mempunyai daya hantar yang lebih baik daripada larutan CH3COOH. Hal ini disebabkan karena molekul HCl lebih banyak yang mengion.Sehingga HCl merupakan elektrolit kuat.

Elektrolit kuat, jika sebagian atau seluruh molekul terurai menjadi ion.
Elektrolit lemah, jika hanya sebagian kecil molekul yang mengion.
  
Kemampuan suatu elektrolit terionisasi dinyatakan dengan “Derajat Ionisasi atau Disosiasi(α), dimana:
 
                                             α= jml zat yg mengion/jumlah zat mula-mula

Kekuatan daya hantar listrik suatu larutan ditentukan oleh jumlah ion yang terdapat dalam larutan tersebut. Makin banyak jumlah ion, maka makin kuat daya hantar listriknya.
Jumlah ion dalam larutan = M.V.n. a
Dimana:
                  M = molaritas 
                  V = volume larutan
                  n = jumlah partikel yang terdapat dihasilkan oleh tiap molekul zat
                  α = derajad ionisasi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

hOLLy Qur’@n

d@y

Maret 2010
S S R K J S M
    Mei »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

Arsip

Kategori


!ni K@L!aN

p@rA $p!oN2

%d blogger menyukai ini: