it'S jUSt mY blOG guys…

TEORI MEKANIKA KUANTUM

Posted on: Juli 24, 2011

Pada pembahasan sebelumnya, telah disebutkan bahwa “Dualisme Gelombang – Pertikel” de Brouglie dan “Asas Ketidakpastian Heisenberg” merupakan dasar pemikiran dari munculnya Teori Mekanika Kuantum.

Teori ini dikemukakan oleh Erwin Schrodinger pada tahun 1926. Ia mengemukakan bahwa keberadaan elektron tidak dapat ditemukan secara pasti tetapi hanya merupakan peluang terbesar atau kemungkinan terbesar menemukannya. daerah peluang terbesar menemukan elektron ini disebut sebagai “ORBITAL“.untuk menyatakan suatu orbital dari suatu atom, dijabarkan dengan 4 Bilangan Kuantum yang terdiri dari:

BILANGAN KUANTUM UTAMA (n)

Bilangan kuantum ini menunjukkan tingkatan energi elektron tiap atom, disebut juga kulit atom. n bernilai 1, 2, 3, …. dst.

Jika  n = 1 maka elektron terletak pada kulit K

n = 2 maka elektron terletak pada kulit M

dst.

BILANGAN KUANTUM AZIMUT (l)

Bilangan Kuantum ini menunjukkan sub tingkatan energi atau sub kulit. nilai l dari elektron suatu atom berasal dari n-1.

misal:

n = 1, maka l = (1-1) = 0 yang dilambangkan dengan sub kulit “s

n = 2, maka l = (2-1) = 1 yang dilambangkan dengan sub kulit “p

dst.

BILANGAN KUANTUM MAGNETIK (m)

Bilangan kuantum ini menunjukkan orbital dari elektron yang ada. m bernilai mulai dari -l s/d +l, yang dinyatakan dengan diagram orbital dengan beberapa bentuk:


misal:

l = 0 maka hanya memiliki 1 orbital yang benilai 0

l = 1 maka memiliki 3 orbital, yaitu yang bernilai -1, 0 , +1

l = 2 memiliki 5 orbital yaitu -2, -1, 0, +1, +2

dst.

BILANGAN KUANTUM SPIN (s)

Bilangan kuantum ini menunjukkan perputaran elektron pada porosnya. spin bernilai ± ½, yang didasarkan dengan arah perputaran jarum jam. spin bernilai (+) diasumsikan perputaran elektron searah dengan jarum jam, sebaliknya jika spin bernilai (-) maka perputaran elektron berlawanan dengan arah putar jarum jam.

Dalam penerapan praktisnya, penggunaan ke-4 bilangan kuantum di atas harus mematuhi 3 aturan dasar:

  1. Asas larangan Pauli “ Bahwa dalam 1 atom tidak boleh ada 2 elektron yang memiliki keempat bilangan kuantum sama
  2. Asas AufBau “ pengisian orbital elektron dimulai dari tingkatan energi yang lebih rendah terlebih dahulu baru kemudian dilanjutkan ke tingkat energi yang lebih tinggi
  3. Aturan Hund ” untuk pengisian elektron pada orbital yang memiliki tingkat energi sama, mula-mula elektron akan menempati sendiri masing-masing orbital dengan arah spin (+), baru kemudian dilanjutkan berpasangan dengan arah spin (-)

Dengan tingkatan energi yang dari tiap sub kulit yaitu:

dengan urutan tingkatan energi: 1s2  2s2  2p6  3s2  3p6  4s2  4d10, dst.Dimana:

sub kulit s memiliki Σmax elektron = 2;

sub kulit p memiliki Σmax elektron = 6;

sub kulit d memiliki Σmax elektron = 10;

sub kulit f memiliki Σmax elektron = 14.

Dengan kata lain,tingkatan energi tersebut digunakan untuk menuliskan konfigurasi elektron dari tiap atom unsur. Konfigurasi elektron dapat dituliskan dengan 3 cara yaitu:

  1. Sesuai dengan tingkatan energi yang dimiliki (dapat juga setelah menuliskannya di urutkan berdasarkan nomer kulitnya).
  2. Penyingkatan menggunakan nomor atom gas mulia
  3. Gabungan antara no. 2 dan penulisan diagram orbitalnya.

Sehingga dari konfigurasi elektron tersebut juga dapat diketahui letak periode dan golongan unsur tersebut, dimana golongan A (utama) selalu terletak pada blok s atau sp, golongan B (transisi) pada blog d, dan transisi dalam pada blok f. Untuk lebih lengkapnya lihat tabel di bawah ini:

Unsur-Unsur Golongan Utama (A)

E V

GOLONGAN

EV

GOLONGAN

ns1 IA (ALKALI) ns2np3 VA (NITROGEN)
ns2

IIA (ALKALI TANAH)

ns2np4

VIA (OKSIGEN/KHALKOGEN)

ns2np1

IIIA (BORON)

ns2np5

VIIA (HALOGEN)

ns2np2

IVA ( KARBON)

ns2np6

VIIIA (GAS MULIA)

Unsur-Unsur Golongan Transisi (B)

E V

GOL

EV

GOL

ns1(n-1)d10

IB

ns2(n-1)d3

VB

ns2(n-1)d10

IIB

ns2(n-1)d4

VIB

ns2(n-1)d1

IIIB

ns2(n-1)d5

VIIB

ns2(n-1)d2

IVB

ns2(n-1)d6, ns2(n-1)d7, ns2(n-1)d8

VIIIB

Unsur-Unsur Golongan Transisi Dalam

E V

KELOMPOK

PERIODE

6s2 4f1-14

LANTANIDA

6

7s2 5f1-14

AKTINIDA

7

Contoh Soal:

                Tentukan periode dan golongan dari  11Na dan tentukanlah jumlah elektron tidak berpasangan yang dimilikinya.

Jawab:        Sehingga dapat diketahui bahwa 11Na terletap pada periode 3 golongan IA dan terdapat 1 elektron tidak berpasangan. Yang apabila elektron terakhirnya dinyatakan ke dalam 4 bilangan kuantum menjadi: n = 3, l = 0, m = 0, s = + ½ (spin bernilai  + ½ karena hanya terdapat 1 elektron pada sub kulit s dan digambarkan dengan tanda anak panah ke atas)

About these ads

3 Tanggapan to "TEORI MEKANIKA KUANTUM"

Bilangan2 itu dapatnya dari mana ya?

bilangan itu didapat dari penjabaran persamaan teori gelombang Schrodinger, dan kalo untuk tingkatan SMA penjabaran dari persamaan ini tidak diajarkan karena terlalu rumit (sudah mencakup aspek kimia fisik). ^_^

lumyan banget bantuin tugas gue yg numpukk abiss :D

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

hOLLy Qur’@n

d@y

Juli 2011
S S R K J S M
« Mei   Agu »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

Arsip

Kategori


!ni K@L!aN

p@rA $p!oN2

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: